Home / Liputan Media / RS Meuraxa Tersangkut Hutang Obat Rp 20 M

RS Meuraxa Tersangkut Hutang Obat Rp 20 M

BANDA ACEH – Berbagai persoalan kini melanda Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Meuraxa Kota Banda Aceh. Selain ruang cuci darah yang tak bisa difungsikan, kini rumah sakit tersebut juga tersangkut utang obat pada pihak distributor mencapai Rp 20 miliar.

Hal tersebut diungkapkan Anggota DPRK Banda Aceh, Mukminan SE saat menjadi narasumber dalam program cakrawala Radio Serambi FM edisi Kamis, 13 Juli 2017 yang membahas Salam Serambi berjudul ‘Wali Kota Harus Bereskan Manajemen RSUD Meuraxa’. Juga hadir dalam dialog tersebut Sekretaris Redaksi Harian Serambi Indonesia, Bukhari M Ali, yang dipandu host, Nico Firza.

banda aceh

Dikatakan Mukminan, hari ini RSUD Meuraxa dililit hutang obat dan barang habis pakai mencapai Rp 20 miliar bukan dengan BPJS melainkan dengan distributor obat. “Jangan heran kalau hari ini RSUD Meuraxa tidak ada obat, karena distributor telah menyetop distribusi obat,” ujar politis PKS tersebut.

Menurutnya, jika BPJS membayar hutang klaim ke rumah sakit tersebut hingga Juli, maka persoalan hutang di RSUD Meuraxa pun tidak terselesaikan. Sebab hutang rumah sakit melebihi dari pemasukan dari BPJS itu. Persoalan yang melilit RSUD Meuraxa saat ini bukan persoalan BPJS, namun juga persoalan terhadap alur kas yang tak baik.

“Terlalu berani rumah sakit melakukan ekspansi pada sesuatu yang tidak berhubungan pada layanan dasar masyarakat,” tegas Mukminan lagi. Karena itu, anggota DPRK Banda Aceh ini meminta Wali Kota Banda Aceh agar segera menyelesaikan persoalan rumah sakit tersebut. Dan yang paling dilakukan, tambahnya, membenahi mamajemen RSUD Meuraxa, keuangan, dan pelayanan kepada masyarakatnya.

Sementara itu, pada Selasa (11/7) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman SE AK MM dan Drs Zainal Arifin, meninjau ke RSUD Meuraxa, Banda Aceh. Dalam kunjungan itu Plt Direktur RSUD Meuraxa, dr Emiralda MKes melaporkan, hingga kini rumah sakit itu masih mengalami kekosongan obat.

Selain itu dr Emiralda MKes yang juga juga melaporkan soal kerusakan tiga unit ambulans dari enam unit ambulans yang ada. Dijelaskan Emiralda, kekosongan obat itu juga sebagai dampak dari belum dibayarnya klaim berobat oleh BPJS yang sudah mencapai empat bulan. “Kondisi seperti itu tentu sangat berdampak pada peningkatan pelayanan kepada pasien,” ujar Plt Direktur RSUD Meuraxa tersebut

Sumber Berita : serambinews.com

Check Also

Mukminan Fasilitasi Pembangunan Kuburan Umum Gampong Pineung

Bertempat di Meunasah Gampong dilaksanakan Sosialisasi rencana pembangunan kuburan umum Pineung, yang dihadari para Perangkat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *